The Alien

Burung Yang Hidup Di Zaman Dinosaurus

| Kamis, 27 Maret 2014

Burung Hidup Di Zaman Dinosaurus

Selama Era Mesozoic, tidak hanya dinosaurus saja yang berada di bumi. Bukti fosil menunjukan bahwa burung hidup bersama dengan dinosaurus. Bahkan, salah satu fosil burung tertua yang terkenal,Archaeopteryx, hidup jauh lebih awal daripada dinosaurus theropoda. Burung prasejarah kebanyakkan memiliki cakar di sayap dan terdapat gigi di paruh mereka. Berikut ini saya tuliskan beberapa contohnya.

Archaeopteryx 
Arti Nama  : "sayap kuno"
Ukuran       : panjang 30 cm
Usia           : Jurassic (150-140 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Solnhofen Limestone, Jerman

Salah satu burung tertua yang cukup terkenal. Penemuan pertamanya berawal dari sebuah fosil bulu pada tahun 1860 yang dipublikasikan setahun kemudian oleh C.E Hermann. Tak lama, pada tahun 1861 ditemukan kerangka fosil pertama Archaeopteryx dengan spesies A. london. Ditahun-tahun berikutnya ditemukan fosil Archaeopteryx lain dan diantaranya fosil lengkap pada 1861. Duplikat fosilnya terdapat di Museum Geologi Bandung.

Archaeopteryx adalah satu spesies burung dengan beberapa fitur yang berbeda dari spesies modern hari ini, seperti cakar pada sayap, gigi di mulutnya, serta ekor yang panjang.  Dari banyak riset tentang anatomi tubuhnya, jelas Archaeopteryx adalah burung sejati. Archaeopteryx merupakan burung terbang dan suka bertengger di pohon. Mereka memakan serangga dan hewan kecil lainnya. 


Confuciusornis
Arti Nama  : "burung Confucius"
Ukuran       : panjang 20,7 cm lebar sayap 170 cm
Usia           : Jurassic-Cretaceous (161-110 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Yixian, Jiufotang, dan Chaomidianzi, China

Burung ini berasal dari akhir Jurassic, sebab pada fosilnya terdapat lapisan batuan Jurassic  akhir  yang malah digolongkan Cretaceous. Bahkan, jurnal ilmiah Prancis, Science et Vie membuat komentar berikut mengenai burung ini, "Menurut pemeriksaan palaeontolog Cina dan Amerika pada fosil ini, mereka sepakat atas penemuan kelas pertama. Burung ini berusia sekitar 157 juta tahun atau lebih, usianya lebih tua daripada Archaopeteryx.” (Jean Philippe Noel, "Les Oiseaux de la Discorde," Science et Vie, No. 961, October 1997, p. 83.).

Fosil burung ini pertama kali dipaparkan oleh Hou Lianhai dan Zhonghe Zhou dari Institut Paleontologi Vertebrata. Total telah ditemukan lebih dari 1000 fosil spesimen genus burung Confuciusornis ini. Banyak fosil burung ini telah ditemukan, dan menunjukkan mereka  terbang dalam kelompok. 

Jelas  Confuciusornis adalah burung yang memiliki banyak kesaaman dengan burung saat ini. Fitur burung modern pada burung ini telah ditemukan, diantaranya bulu asimetris yang indah, struktur pygostyle guna mendukung adanya bulu ekor, tulang dada, serta sayap dan paruh yang semuanya sangat identik dengan burung modern sekarang ini. Beberapa fosil menunjukan detil ekor panjang seperti Cendrawasih, dan yang jantan memiliki bulu yang lebih menarik dibandingkan yang betina. Struktur rangka secara keseluruhan identik dengan burung modern saat ini, hanya cakar pada sayapnya menjadikan berbeda dengan burung hari ini. Confuciusornis hidup pada periode yang sama dengan Archaeopteryx, bahkan lebih awal, namun mereka memiliki fitur burung modern lebih lengkap.


Shenqiornis mengi
Arti Nama    : “burung Meng Shenzou tujuh"
Ukuran        : panjang 40 cm
Usia             : Jurassic-Cretaceous (161-125 juta tahun) 
Lokasi         :  Qiaotou Formation (Formasi Huajiying), China
Fosil burung ini diteliti oleh Wang pada tahun 2010. Shenqiornis memiliki kepala dengan postorbital kuat. Gigi pada burung ini relatif kecil, kuat dan sedikit melengkung, mengindikasikan mereka adalah karnivora, memangsa serangga atau udang kecil.


Dalianraptor cuhe
Arti Nama    : “pencuri dalian"
Ukuran        : panjang 50-55 cm
Usia             : Jurassic-Cretaceous (145-99 juta tahun)
Lokasi         : Formasi Jiutotang, China
Dalianraptor diterbitkan oleh Gao dan Liu pada tahun 2005. Dalam fosilnya terlihat bulu pada ekor panjangnya, namun bulu sayapnya tidak terawetkan. Burung ini disebut mirip dengan Jeholornis, hanya saja Dalianraptor memiliki jari tangan ke-1 yang lebih panjang dan ukuran sayap yang lebih pendek. Diduga mereka adalah burung tanah pemakan daging.

Yanornis martini
Arti Nama    : “burung Yan"
Ukuran        : panjang 30 cm
Usia             : Jurassic-Cretaceous (150-120 juta tahun)
Lokasi         : Formasi Jiutotang, China

Yanornis adalah salah satu burung yang dirakit dalam fosil hoax 'archaeoraptor'. Yanornis memiliki 10 gigi di rahang atas dan 20 gigi di rahang bawah. Burung seukuran ayam ini hidup di wilayah perairan dan diperkirakan mereka adalah pemakan ikan, ini berdasarkan bentuk paruh dan juga diketahui terdapat bangkai ikan di dalam fosil perutnya.


Otogornis genghisi
Arti Nama    : “burung Etuoke Genghis"
Ukuran         : tidak diketahui
Usia             : Jurassic-Cretaceous (145-99 juta tahun)
Lokasi         : Etuokeqi Charles Chubb, Mongolia


Fosil burung Otogornis kurang terawetkan dengan baik yaitu berupa kerangka tungkai depan dan bahunya saja. Dalam penggalian fosilnya di Etuokeqi, ditemukan fosil burung lainnya, Cathayornis, dan beberapa fosil jejak kaki burung yang masih misterius.


Changchengornis hengdaoziensis
Arti Nama    : “burung tembok besar"
Ukuran        : panjang 20 cm
Usia             : Jurassic-Cretaceous (145-125 juta tahun)
Lokasi         : Formasi Yixian dan Chaomidianzi, China

Masih satu famili dengan Confuciusornis dan juga hidup satu masa dengannya, tetapi burung ini memiliki paruh lebih pendek dan berkait, menandakan mereka adalah burung karnivora. Selain itu mereka tidak memiliki gigi. Ada dua bulu ekor panjang seperti pita seperti Confuciusornis.


Jibeinia luanhera
Arti Nama    : “Hebei Dari Utara"
Ukuran        : panjang 11,5 cm
Usia             : Cretaceous (140-125 juta tahun)
Lokasi         : Formasi Yixian dan Formasi Huajiying, China

Jibeinia merupakan burung bergigi yang pertama kali disebutkan dalam sebuah buku yang diterbutkan pada 1997 oleh Hou. Fosil yang cukup lengkap memberikan petunjuk bahwa mereka adalah burung terbang dan suka bertengger. Pada tahun 2004, Zhang menemukan spesimen lain di Formasi Huajiying yang kemudian itu dianggap sama dengan fosil Jibeinia yang ada sebelumnya. Fosil yang berasal dari Formasi Yixian bahkan berusia lebih dari 140 juta tahun.


Wellnhoferia grandis
Arti Nama  : "untuk Wellnhofer"
Ukuran       : panjang 45-50 cm
Usia           : Jurassic (155-150 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Solnhofen Limestone, Jerman 

Kerangka fosil Wellnhoferia ditemukan di Eichstatt, Jerman pada tahun 1960an dan pada 1988 fosil ini baru diberi nama oleh Wellnhofer. Sempat salah dikira hewan ini adalah CompsognathusWellnhoferia masih satu famili dengan Archaeopteryx, dengan fitur sayap cakar, gigi, serta ekor panjang, hanya sajaWellnhoferia memiliki ekor serta jari kaki keempat yang lebih pendek dibandingkan dengan Archaeopteryx.


Sinornis santensis
Arti Nama     : “burung China tiga pagoda"
Ukuran         : panjang 14-24 cm
Usia              : Cretaceous (140-100 juta tahun)
Lokasi          : Formasi Jiufotang, China

Nama fosilnya diberikan oleh seorang paleontologis asal Amerika, Rao Chenggang. Fosil seukuran burung gereja ini memiliki struktur burung modern seperti sternum besar, pygostyle, dan tulang hallux yang terbalik. Burung ini memiliki tulang-tulang yang tipis, sehingga bobot tubuh ringan. Burung Sinonrnis memiliki bulu-bulu terbang yang aeordinamis. Ini menjadikan bukti bahwa mereka adalah burung bertengger dan mampu terbang. Namun seperti kebanyakkan burung prasejarah, mereka juga memiliki rahang bergigi dan cakar pada sayapnya.


Proornis coreae
Arti Nama  : “burung Korea sebelumnya”
Ukuran      : tidak diketahui
Usia          : Jurassic-Cretaceous (145-99 juta tahun)
Lokasi       : Sinuiju Series of P'yongan Pukdo, Korea Utara
 

Fosil Proornis ditemukan pada tahun 1993 oleh seorang pria bernama Lim, dan setahun kemudian salah satu majalah Korea Utara menerbitkan artikel berjudul "Archaeopteryx Dari Korea Utara". Fosilnya terdiri dari bagian-bagian yang berantakan yaitu tulang tengkorak, tulang leher, sayap, dan bulu. Tulang metakarpalnya menyerupai bentuk Archaeopteryx, ukurannya lebih panjang daripada Confuciusornis, tapi lebih pendek daripada Changcengornis. Spesimen ini ditemukan pada tahun 1993 dan dipublikasikan pertama kali melalui foto-foto dalam pers terkenal di korea. Fosilnya diberi nama "Proornis" pada tahun 1996 oleh Lim vide Pak dan Kim. Mereka masih dalam satu keluarga dengan Archaeopteryx, namun ada juga yang berpendapat mereka adalah anggota keluarga Confuciusornis.


Cuspirostrisornis houi
Arti Nama : “burung moncong lancip”
Ukuran     : panjang 14 cm
Usia          : Jurassic-Cretaceous (144-127 juta tahun)
Lokasi      : Formasi Jiufotang, China

Burung Cuspirostrisornis memiliki sayap besar, paruh besar dengan rahang yang dipenuhi gigi seperti kebanyakkan burung prasejarah. Mereka adalah burung arboreal.


Eoconfuciusornis zhengi
Arti Nama  : "burung Confucius awal"
Ukuran      : panjang 40 cm, lebar sayap 12,5 cm
Usia          : Cretaceous (136-125 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Dabeigou, China
 
Adalah paleontolog asal China dan Inggris yang menggali fosil burung ini di Provinsi Hebei, China. FosilEoconfuciusornis sangat baik dan meninggakan detil yang cukup jelas. Burung di Era Mesozoic ini memiliki tidak memiliki gigi di paruhnya. Selain itu mereka memiliki bulu ekor pygostyle serta memiliki struktur paruh dan sayapnya seperti burung saat ini. Warna cokelat dan hitam yang tercetak di dalam fosil kemungkinan itu adalah warna aslinya. 


Liaoningornis longidigitris
Arti Nama  : "burung Liaoning"
Ukuran      : panjang 13 cm
Usia          : Jurassic-Cretaceous (142-137 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Yixian, China

Fosil Liaoningornis pertama kali ditemukan pada bulan November 1996, kemudian diumumkan oleh ahli burung Lianhin Hou, LD Martin, dan Alan Feduccia dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Science Magazine. Liaoningornis memiliki tulang dada yang juga ditemukan pada burung modern guna melekatnya otot-otot penerbangan. Burung terbang yang hidup bertengger di pepohonan ini hampir sama dengan burung modern dalam hal yang lain juga. Satu perbedaan dengan burung modern saat ini adalah adalah gigi dalam mulutnya. Analisis majalah Discover oleh Alan Feduccia menyatakan penemuan Liaoningornis membuat keraguan dinosaurus adalah asal-usul burung. Dalam sebuah artikel di majalah Discover tertulis, "Kapan burung ada? Fosil ini (Liaoningornis) menunjukkan bahwa mereka bukan dinosaurus."


Liaoxiornis delicatus
Arti Nama  : "burung dari Liaoning barat"
Ukuran      : panjang 7-13 cm
Usia          : Jurassic-Cretaceous (150-125 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Yixian, China

Burung Liaoxiornis dipaparkan oleh Hou dan Chen pada tahun 1999. Ada tampilan bulu gelap di bagian belakang kepala dan leher, serta di bawah sayap kanan dan di bagian bawah tubuhnya. Burung ini memiliki dua gigi tajam kecil di ujung paruhnya, serta cakar pada ujung-ujung sayapnya. 


Gallornis straeleni

Arti Nama  : "burung Prancis"
Usia          : Jurassic-Cretaceous (145-130 juta tahun)
Lokasi       : Yonne Auxerre, Prancis

Gallornis adalah termasuk burung modern, dan fosil mereka tercatat sebagai flamingo yang tertua dengan khas jenjang kaki yang tinggi dan paruh panjang.


Yixianornis grabaui
Arti Nama  : "burung Yixian"
Ukuran      : panjang 20 cm
Usia          : Cretaceous (140-120 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Jiufotang, China

Burung ini memiliki gigi pendek, tulang ekor pendek, dan tulang rusuk yang ramping. Bentuk tungkai depannya menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan terbang yang kuat. Struktur tulang pada burung ini dengan burung masa kini tidak memiliki perbedaan yang signifikan, kecuali fitur unik seperti gigi di rahangnya serta cakar di sayapnya.


Anchiornis huxleyi
Arti Nama    : “burung naga terlahir dekat"
Ukuran        : panjang 34 cm
Usia            : Jurassic (161-150 juta tahun)
Lokasi         : Formasi Tiaojishan, China

Fosil Anchiornis terawat sangat baik, karena masih terlihat berbagai jenis bulu yang menutupi seluruh tubuhnya, termasuk kakinya. Bulu halus menutupi hampir seluruh kepala dan leher, dada, kaki bagian atas, dan sebagian ekornya. Sementara bulu kontur menutupi bagian kedua kakinya dan bahkan hingga jari kaki. Bulu-bulunya yang simetris menandakan mereka bukanlah burung terbang. Penelitan lanjut menjelaskan kemungkinan mereka memiliki warna dominan gelap, yaitu abu-abu dan hitam. Anchiornis masih termasuk keluarga Archaeopteryx


Protoavis texensis
Arti Nama  : "burung pertama dari Texas"
Ukuran      : tinggi sekitar 35 cm, berat kurang dari 350 g
Usia          : Triassic (225 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Dockum, Texas Barat, AS

Paleontolog, Sankar Chatterjee dan rekan-rekannya dari Texas Tech University, menyebutkan fosil temuannya yang berasal dari Zaman Triassic ini adalah burung sejati seukuran gagak. Fosil yang pertama kali di umumkan dalam sebuah paper di majalah Nature pada 1986 itu sangat identik dengan burung modern, bahkan lebih "maju" dibandingkan Archaeopteryx. Mereka juga 75 juta tahun lebih tua dariArchaeopteryx. Meski tidak lengkap, kerangka fosil yang ada menunjukan adalah milik burung modern. Dari karakter besar Protoavis, jelas bahwa Protoavis memenuhi syarat sebagai burung. Misalnya, memiliki tulang berongga, quill knobs di lengan, tulang furcula, tulang dada besar, bentuk otak burung, soket mata burung, dan sendi rahang burung. Tak banyak dinosaurus yang hidup sebelum Protoavis.

Sankar Chatterjee menyebutkan, “Struktur sayap Protoavis begitu berkembang dengan baik, tak ada keraguan mereka bisa terbang. Dan tengkoraknya sepenuhnya sama dengan burung modern.” 

Nicholas Hotton, seorang ahli paleontologi Amerika di University of Chicago menyatakan, “Protoavismemiliki tulang furcula berkembang dengan baik, tulang dada untuk membantu penerbangan, tulang berongga, dan tulang sayap yang panjang."


Protarchaeopteryx robusta
Arti Nama    : "awal sayap kuno"
Ukuran        : panjang 1 m, berat 4 kg
Usia            : Jurassic-Cretaceous (145-120 juta tahun)
Lokasi         : Formasi Yixian, China

Ahli burung Larry Martin dan Alan Feduccia meyakini mereka adalah burung tanah yang tak mampu terbang, layaknya burung unta. Di dalam fosilnya terdapat batu gastrolit, artinya mereka menelan batu-batu untuk membantu pencernaan, seperti apa yang dilakukan burung saat ini. Fosil Protarchaeopteryx tidak dijumpai ciri unik dinosaurus, melainkan ciri burung seperti bentuk bulu  simetris, ekor pendek ber-pygostyle dengan tampilan bulu kipas, bulu yang melekat pada sayap, tulang berongga, gigi burung purba, serta kebiasaan menelas batu. Protarchaeopteryx yang masih satu keluarga dengan Archaeopteryx ini diyakini adalah pelari cepat.



Jejak Kaki Gruipeda dominguensis
Usia          : Triassic (212 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Santa Domingo, Argentina


Pada tahun 2002, tim geologi Argentina mempublikasikan temuan fosil jejak kaki burung. Fosil dari bebatuan Formasi Santa Domingo, barat laut Argentina ini keseluruhan jelas milik burung modern, dimana bentuknya sama yaitu jari ramping, yang bersudut lebar antara jari ke-2 dan ke-4, dan tulang hallux yang berlawanan. Fosil dari akhir Triassic ini ditemukan Ricardo N. Melchor, Silvina de Valais, dan Jorge F. Genise. Burung yang diberi nama Gruipeda ini memperjelas bahwa burung sudah ada sejak Zaman Triassic.

Ricardo Melchor meneliti jejak kaki burung triassic

Ricardo Melchor dari mengatakan, "Fitur pertama dan paling mencolok dari jejak kaki fosil ini adalah kesamaan secara keseluruhan dengan jejak burung modern. Pada kaki burung, tulang hallux mengarah ke belakang, dimana salah satu keuntungannya adalah memungkinkan untuk bertengger. Jejak dari hallux dari Triassic akhir ini karakter burung yang jelas sama."

Tim dari Argentina menyebutkan hallux pada burung ini kemungkinan tidak disesuaikan untuk bertengger di pohon, mereka adalah burung semacam camar. Namun yang paling penting, tim Argentina memiliki bukti bahwa burung ini adalah burung terbang. Tim Argentina mengatakan bahwa tanda perpindahan dari hallux yang bisa kita lihat dalam beberapa jejak kaki ini adalah bukti sebuah pendaratan, mereka memiliki kemampuan terbang.


Jejak Kaki Roadrunner China 
Usia          : Cretaceous (120 juta tahun)
Lokasi       : Shangdong, China


Roadrunner (Geococcyx californianus) yang hidup di AS dan Meksiko ternyata ditemukan jejak fosilnya sejak 120 juta silam. Fosil jejak lari zygodactyl yang diberi nama Shandongornipes muxiai ini sangat identik dengan burung roadrunner.


Wyleyia valdensis
Arti Nama  : “untuk Wyley”
Usia          : Cretaceous (140-136 juta tahun)
Lokasi       : Weald Clay, Sussex, Inggris

Wyleyia adalah burung prasejarah yang paparkan oleh Harrison dan Walker pada tahun 1973 berdasarkan fosil tunggal bagian tulang humerus saja. Penemu fosil ini, J.G Wyley, kemudian memberi nama fosil ini. Kemungkinan mereka burung kecil yang memakan serangga atau biji-bijian.


Eoenantiornis buhleri ​​
Arti Nama  : "Enantiornis awal"
Ukuran      : panjang 10 cm, lebar sayap 12,5 cm
Usia          : Jurassic-Cretaceous (146-121 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Yixian, China


Burung Eoenantiornis tak jauh mirip dengan burung saat ini hanya saja mereka memiliki paruh bergigi dan cakar pada sayap mereka, dimana cakar sayapnya lebih besar daripada cakar di kaki. Makanannya adalah serangga dan biji-bijian.


Boluochia zhengi
Arti Nama    : “Burung Cheng Polo Merah"
Ukuran        : panjang 17 cm
Usia            : Cretaceous (128-120 juta tahun)
Lokasi         : Formasi Jiufotang, China

Fosilnya ditemukan oleh ahli burung, Zhou, pada tahun 1990, kemudian dijelaskan dan diberi namaBolouchia zhengi pada tahun 1995. Burung ini memiliki tulang pygostyle yang lebih panjang daripada tulang tarsus. Terdapat sejumlah gigi tajam di rahang atasnya dan juga paruh khas burung raptor, yang menandakan mereka adalah burung pemangsa sejati.


Protopteryx fengningensis
Arti Nama  : "sayap pertama"
Ukuran      : panjang 12 cm
Usia          : Cretaceous (130-120 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Huajiying, China

Burung kecil ini jelas mampu terbang. Itu tercakup dalam bulu panjang dan memiliki tulang panggul yang bisa membantu penerbangan. Tulang panggul ini ditemukan pada banyak burung penerbang sangat baik seperti elang dan variasi burung bertengger. Selain itu, pada cakar sayapnya terdapat alula, sebuah struktur bulu yang terdapat pada burung saat ini. Ada beberapa ilmuwan yang berpendapat bahwa mereka berasal dari 140 juta tahun lalu.


Shenzhouraptor sinensis
Arti Nama   : "burung Shenzou China"
Ukuran       : panjang 80 cm
Usia           : Jurassic-Cretaceous (140 juta tahun)
Lokasi        : Formasi Yixian dan Juifotang, China

Shenzouraptor tidak memiliki gigi namun mereka memiliki ekor sepanjang 45 cm, dada berbentuk U, sayap panjang, dan bulu. Shenzouraptor yang ditemukan pada tahun 2002 itu sangat mirip dengan Archaeopteryxhanya saja ekor mereka lebih panjang daripada ekor Archaeopteryx. Dilihat dari bahu, panggul, dada, tulang dada, kaki, bentuk rangka, serta bulu-bulunya, jelas mereka adalah burung terbang. Burung ini adalah pemakan biji-bijian.


Jeholornis prima
Arti Nama  : "burung Jehol"
Ukuran      : panjang 75 cm
Usia          : Cretaceous (140-125 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Juifotang, China

Peneliti Zhonghe Fucheng Zhou dan Zhang dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Beijing, Cina, menyebut nama "Jeholornis" pada fosil ini. Jeholornis punya ekor panjang, cakar di sayap, dan juga memiliki sedikit gigi kecil pada bagian rahang bawahnya saja. Burung yang seukuran dengan kalkun ini memiliki struktur bulu yang asimetris seperti burung terbang saat ini. Jeholornis adalah pemakan biji bijian dan ikan.


Vegavis iaai

Arti Nama  : “burung Pulau Vega"
Usia          : Cretaceous (70-65 juta tahun)
Lokasi       : Formasi López de Bertodano, Antartika

Vegavis merupakan burung modern akuatik, dan sangat identik dengan bebek dan angsa masa kini. Spesimen fosil Vegavis dipegang oleh Museo de La Plata, Argentina. Fosilnya ditemukan pada tahun 1992 di Pulau Vega, Antartika, dan baru dipaparkan sebagai spesies baru burung pada 2005. DitemukannyaVegavis semakin menegaskan bahwa memang burung-burung modern hidup selama dinosaurus ada.


Iberomesornis romerali
Arti Nama  : "burung menengah Spanyol"
Ukuran      : panjang tubuh 10-20 cm, lebar sayap 10-15 cm, berat 20 gram
Usia          : Cretaceous (137-113 juta tahun) 
Lokasi       : Formasi Las Hoyas, Provinsi Cuenca, Spanyol 

Fosilnya ditemukan pada tahun 1985. Burung yang seukuran burung gereja ini memiliki struktur pygostyleyang juga ditemukan seperti burung masa kini. Sayangnya, burung ini tak ditemukan tengkoraknya sehingga tidak diketahui pasti makanannya apa.


Eoalulavis hoyasi

Art Nama   : "burung kuno dengan alula"
Usia          : Cretaceous (130-115 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Calizas de Huérgina, Las Hoyas region, Cuenca, Spanyol

Struktur sayap Eoalulavis sama seperti burung terbang modern masa kini. Eoalulavis memiliki alula, yaitu sekumpulan bulu di sisi depan sayap. Dengan gerakan kecil susunan ini, lintasan udara di atas sayap dapat diubah dengan pasti, sehinga mereka dapat mengatur kestabilan saat terbang. Fosil menggambarkan mereka memiliki tulang ekor panjang dengan bulu ekor panjang.


Sapeornis chaoyangensis
Arti Nama  : "burung Sape"
Ukuran      : panjang 30-33 cm (tanpa panjang ekor)
Usia          : Jurassic-Cretaceous (150-110 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Jiufotang, China

Fosilnya ditemukan di formasi batu Jiufotang dekat Chaoyang dan beberapa fosil hampir lengkap telah ditemukan. Burung yang memiliki 3 jari di sayapnya dan ekor yang relatif panjang ini memiliki tulang dada yang artinya mereka adalah burung terbang. Karena mereka herbivora pemakan biji dan buah, diduga mereka akan menelan gastrolit, guna melunakkan makanan di dalam pencernaan.


Gansus yumenensis
Arti Nama  : "keberanian Yumen di Gansu"
Ukuran      : panjang 30 cm
Usia          : Cretaceous (140-105 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Xiagou, China 

Gansus ditemukan dalam bentuk fosil kaki tunggal pada tahun 1981. Penemuan fosil Gansus lainnya menunjukkan bahwa mereka ada yang hidup pada 150-130 juta tahun, satu masa dengan Archaepteryx.Gansus adalah salah satu ornithuran tertua. Mereka adalah burung akuatik terbang. Lima fosil 2003-2004 terawetkan dengan baik, terdapat cetakan dekarbonisasi bulu asimetris yang indah sebagai bukti burung terbang, serta kerangka yang jelas cocok untuk menyelam seperti burung grebe dan bebek.  Burung yang seukuran merpati ini memiliki cakar pada sayap serta paruh yang bergigi.


Hesperornis
Arti nama  : "burung barat agung"
Ukuran      : panjang 150 cm
Usia          : Cretaceous (99-65 juta tahun)
Lokasi       : Rusia, Amerika Utara, Kanada

Burung air yang tidak bisa terbang ini salah satu fosilnya ditemukan oleh C. Marsh pada akhir abad ke-19. Seperti kebanyakan burung yang hidup di masa dinosaurus, Hesperornis memiliki gigi di paruhnya, artinya burung ini adalah carnivora. Kemungkinan mereka akan memakan crustacea dan molusca. Di daratan,Hesperornis diperkirakan tidak bisa bergerak leluasa seperti penguin saat ini.


Cathayornis yandica
Arti Nama    : “burung Cathay (tua)"
Ukuran        : panjang 9,6 cm
Usia            : Jurassic-Cretaceous (145-99 juta tahun)
Lokasi         : Formasi Jiufotang, China

Fosilnya ditemukan di daerah terisolasi timur laut China oleh seorang mahasiswa doktoral Zhonghe Zhou pada tahun 1990. Cathayornis adalah burung enantiornithine terlengkap yang pernah ditemukan.


Jixiangornis orientalis
Arti Nama  : “burung oriental dari Formasi Yixian”
Usia           : Cretaceous (140 juta tahun)
Lokasi        : Formasi Yixian, China

Jixiangornis adalah burung prasejarah dengan ekor panjang dengan 27 buah tulang ekor dan cakar di sayapnya, namun mereka tidak memiliki paruh di rahangnya. Sayapnya yang besar adalah petunjuk bahwa mereka adalah burung penerbang. Jixiangornis hanya diketahui dari spesimen tunggal dengan fosil lengkap yang ditemukan pada tahun 2002.


Longipteryx chaoyangensis 

Arti Nama  : “bulu panjang dari Chaoyang”
Usia          : Cretaceous  (130-120 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Jiufotang, China


Hongshanornis longicresta


Arti Nama : “burung Hongshan"
Usia         : Cretaceous (130-125 juta tahun)
Lokasi      : Formasi Yixian, China 


Jurapteryx recurva
 
Arti Nama  : “sayap Jurassic”
Usia          : Jurassic (150 juta tahun)
Lokasi       : Jerman


Longicrusavis houi

Arti Nama  : “burung pemanjat”
Usia           : Cretaceous (133-120 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Yixian, Provinsi Liaoning,  China


Omnivoropteryx sinousaorum 

Arti Nama  : “sayap omnivor”                            
Usia          : Cretaceous (140-110 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Jiufotang, China


Aberratiodontus wui

Arti Nama  : “gigi berantakan”
Usia           : Jurassic-Cretaceous (140-110 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Jiufotang, China


Jejak Kaki Aquatilavipes curriei

Usia       : Cretaceous (130 juta tahun)
Lokasi    : Canada


Jejak Kaki Tridactyl Maroko 

Usia       : Jurassic (167 juta tahun)
Lokasi    : Maroko


Jejak Kaki Alaripeda

Usia          : Triassic (212 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Santo Domingo, Argentina 


Noguerornis gonzalezi

Arti Nama  : “burung Sungai Noguera”
Usia          : Jurassic-Cretaceous (145-130 juta tahun)
Lokasi       : El Montsec, Spanyol


Pengornis Hui
Arti Nama  : “burung Peng”
Usia          : Cretaceous (120-110 juta tahun)
Lokasi       : Formasi Jiufotang, Cina


Ichtyornis dispar

Arti Nama  : “burung ikan”
Usia          : Cretaceous (100-82 juta tahun)
Lokasi       : Amerika Selatan


Dalingheornis liweii

Arti Nama   : “burung Dalinghe”
Usia            : Cretaceous (130-122 juta tahun)
Lokasi         : Formasi Yixian, China


Dapingfangornis sentisorhinus

Arti Nama   : "burung besar gubuk duri"
Lokasi         : Formasi Jiufotang, China
Usia            : Cretaceous (125-112 Juta Tahun)


Fosil Jejak Kaki Burung Perm dan Karbon
Usia      : Permian (290-248 juta tahun) dan Karbon (354-290 juta tahun)
Lokasi   : Pennsylvania dan New Mexico, AS
Pada tahun 1987, paleontolog Jerry MacDonald menemukan berbagai macam jejak fosil dari beberapa spesies binatang dan burung, yang terletak pada bebatuan Permian di Gunung Robledos, New Mexico. Bahkan, diantaranya ada cetakan kaki manusia. Pada tahun 1844, Dr Alfred T. King juga telah ditemukan fosil jejak kaki burung rawa di batuan Karbon, Pennsylvania.

0 komentar:

Poskan Komentar

Next Prev
▲Top▲